Ketika aku ngelihat sepasang kakek-nenek berjalan beriringan, dan si kakek dengan penuh kasih menuntun si nenek menapaki jalan beraspal. Sekali-kali keduanya beristirahat sejenak dan meneguk seteguk air mineral dari botol. Muka mereka udah keriput, tak ada goresan yang memancarkan ketampanan atau kecantikan mereka disaat masih muda, aku jadi berfikir, esok disaat aku tua renta apakah ada seseorang yang dengan tulus menuntunku menapaki kehidupan yang begitu keras ini? Dan aku berfikir lagi disaat usia kita udah lanjut, kecantikan, ketampanan, harta, materi, atau apalah yang kita cari diwaktu muda tidak penting lagi, yang kita butuh cuman cinta. Yah…itulah Cinta Sejati, yang tak pernah memandang fisik ataupun materi. Aku jadi teringat temenku, kemarin dia bilang”Ta, sumpah aku seneng banget, cowok sekeren dan secakep dia mau jadiin aku pacar, ya gak aku tolak lah “Aku inget sepasang kakek-nenek itu, apa kalau sudah setua mereka, kita masih mikirin ketampanan dan kecantikan????Kudengar lagi temenku bercerita”Ta, dia kaya banget, cewek mana sich yang gak mau jadi pacarnya, rugi tuh cewek.” Kembali aku teringat sepasang kakek-nenek itu. Mereka miskin, tapi mereka bahagia. Kalau seumpama mereka kaya, mungkin si Kakek akan memasukkan nenek di panti jompo, dan apakah si nenek akan merasakan kebahagian yang sama seperti saat kakek menuntunnya menyusuri jalan beraspal? Sampai saat ini aku terus mencari dan mencari siapa cinta sejati aku. Aku pengen cinta sejatiku bener-bener sejati, seperti cerita kakek-nenek itu. Bukannya aku pengen miskin seperti mereka. Kalau bisa ya kecukupan materi tapi pasangan hidupku tetep sayang ma aku (he…he..he..maunya??? ) Jujur…sampai sekarang aku masih mencari satu makna dibalik dua kata”CINTA SEJATI.” Kalian tahu apa artinya? Kalau kalian tahu kasih tahu aku ya?????( he…he…he…)
Sebuah Cerita
8:43 PM |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 komentar:
Post a Comment